|
|
2016
|
|
|
artikel birokrasi
newbie
|
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang Masalah
Birokrasi adalah fenomena kehidupan yang telah lama dikenal
oleh umat manusia sejak zaman dahulu. Sejak manusia sebelum lahir sampai
meninggalnya, seorang manusia yang hidup di dunia akan senantiasa berurusan
dengan institusi pemerintah yang kita kenal dengan nama birokrasi itu.
Di Indonesia sebagai Negara yang mengikuti sistem demokrasi,
kehadiran partai politik dalam birokrasi pemerintah tidak bisa dihindari.
Menurut teori liberal, birokrasi pemerintah itu menjalankan kebijakan-kebijakan
pemerintah yang mempunyai akses langsung dengan rakyat melalui mandat yang
diperoleh dalam pemilihan. Dengan demikian birokrasi pemerintah itu tidak hanya
didominasi oleh pejabat-pejabat birokrasi saja yang meniti karier di dalamnya,
melainkan ada pula bagian-bagian lain yang ditempati oleh pejabat-pejabat
politik.
Kehadiran partai politik dalam pemerintahan membawa pengaruh
besar terhadap kehidupan birokrasi pemerintah. Salah satu pengaruh itu ialah
birokrasi pemerintah terkontaminasi terhadap bermacam dan beragam perbedaan
ideologi yang dibawa oleh partai politik. Tidak jarang terjadi dalam suatu
departemen yang menterinya dari partai tertentu, maka struktur jajarannya dari
partai yang sama dengan menterinya tersebut.
Sangat menarik membicarakan tentang birokrasi, karena dalam
realitanya birokrasi khususnya di Indonesia terkesan negatif dan menyulitkan
dalam melayani masyarakat, padahal para pegawai birokrasi itu digaji dari uang
masyarakat. Terkadang wewenang yang diberikan kepada pegawai birokrasi banyak
disalahgunakan.
Birokrasai adalah “jantung” Negara. Apabila birokrasai sehat
maka akan sehat pula suatu Negara tersebut. Sebaliknya, rusaknya birokrasai
akan berdampak pada kehancuran dari suatu Negara itu. Dan barang tentu
kehancuran Negara berakibat pada kehancuran masyarakatnya.
1.2. Rumusan
Masalah
Untuk
lebih terarah dalam penyusunan makalah ini, maka penulisan dibatasi sebagai
berikut :
1.
Kenapa
birokrasi itu dilayanni bukan melayani ?
1.3. Tujuan
Penulisan
Ada
beberapa alasan mengapa tulisan ini dibuat penulis, yaitu :
.
1.3.1 Memaparkan tentang pelayanan birokrasi pemerintah terhadap
masyarakat saat ini.
1.3.2 menjelaskan masalah dan kelemahan dari birokrasi Indonesia.
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian
Birokrasi
Institusi birokrasi merupakan ruang mesin Negara. Di
dalamnya berisi orang-orang (pejabat) yang digaji dan dipekerjakan oleh negara
dari uang rakyat untuk melaksanakan kebijakan politik negara dan untuk melayani
kepentingan publik (masyarakat).
Secara literal, istilah birokrasi itu sendiri mulai
diperkenalkan oleh filosof Perancis Baron de Grimm dan Vincent de Gournay dari
asal kata “bureau” yang berarti meja tulis, dimana para pejabat (saat itu) bekerja
di belakangnya (Albrow, 2012, hlm. 16). Kita mengetahui dari sejarah bhwa
pemerintah perancis (dan negara eropa lainnya) pada saat itu dikenal memiliki
kinerja yang sangat buruk, serta mengeksploitasi rakyatnya secara berlebihan.
Para pejabat sebagai abdi raja, gemar mengadakan pesta mewah ditengah
kelaparandan kesengsaraan rakyat, memungut pajak yang sangat tinggi, kejam
terhadap mereka yang kritis, serta gemar menjilat para raja dan bangsawan. De
Gournay (dikutip dalam Albrow, 2012, hlm. 16) saat itu mengemukakan bahwa,
“…sangat dikeluhkan; para pejabat, para juru tulis, para sekretaris, para
inspektur, dan para intendan yang
diangkat bukannya memberikan keuntungan pada kepentingan umum, melainkan
kepentingan umum justru terabaikan karena adanya pejabat…” Untuk menyindir
kinerja pejabat yang buruk itu, dipakailah istilah bureaumania yang kemudian bermunculan varian kata : bureaucratie (bahasa Perancis), burocratie (Jerman), burocrazia (Italia) dan bureaucracy (Inggris). Istilah-istilah
tersebut itulah yang kemudian dipakai untuk menunjukan pengertian akan suatu
organ/institusi pelaksanakegiatan pemerintahan dalam sebuah negara, sebagaimana
didefinisikan oleh Hague, Harrop & Breslin (2012, hlm.16) bahwa birokrasi
adalah “organisasi yang terdiri dari aparat bergaji yang melaksanakan detail
tugas pemerintah, memberikan nasehat dan melaksanakan keputusan kebijakan” (the bureaucracy consist of salaried
officials who conduct the detailed business of government, advising on and
applying policy decisions)
2.3. Pelayanan
Birokrasi Pemerintah Terhadap Masyarakat Saat Ini
Jika
membicarakan mengenai pelayanan , siapa
pun ingin dilayani dengan baik. saat ini pelayanan antara birokrasi dan masyakat masih sering terjadi kesalah pahaman. Masalah timbul dari masyarakat yang tidak
merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. beberapa faktor yang terjadi dalam hal tersebut
yaitu salah satu nya kepribadian baik itu sikap maupun sikap mereka antara birokrat dan masyarakat . pemerintah yang cenderung menganggap
bahwa masyarakat selalu membutuhkan pemerintah dalam berurusan dengan Negara dan itu membuat pekerja membusung kan dada dengan
menyandang nama sebagai pegawai negeri untuk tidak bersantun pada masyarakat. begitu
pula sebaliknya masyarakat yang membusungkan dada dan beranggapan “ jago
kampong” .
2.4. Masalah
dan Kelemahan Birokrasi Indonesia
Dari penjelasan ddiatas telah kita
ketahui bagaimana pelayanan antara birokrasi dan masyarakat masih sangat kurang
baik . kejadian ini sangat berkaitan dengan kepribadian dan ini menimbulkan
masalah .dengan kata lain komunikasi yang kurang efektif atau tidak baik
dihubungan sosial. Hal seperti ini akan
menciptakan sebuah konflik besar dan
menimbulkan kelemahan , bukan hanya dibirokrasi maupun masyarakat tapi juga menyangkut kenegara . sedikit demi
penduduk negri akan kehilangan kekompakan maka ciri khas dari sebuah negara
akan mulai runtuh .
Permasalahan
ini juga terjadi disebabkan oleh pemimpin yang kurang ketegasan dalam memilih
bawahan nya untuk bekerja didalam bidang birokrasi , dan bagi masyarakat yang
tidak mempunyai wawasan dalam peraturan tinggal dinegeri
BAB 3
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Banyak
birokrat yang melupakan fungsi dan peran melayani masyarakat karena kpribadian
nya yang tidak baik dan kurang ketegasan dari atasan, kemudian masyarakat yang
kurang ny wawasan mengenai peraturan . permasalahan terjadi disebabkan oleh
komunikasi yang tidak efektif
3.1. Saran
Dari permasalahan yang terjadi
dapat diketahui bahwa karena kepribadian yang kurang baik ,tidak adanya ketegasan , masyarakat yang
kurang berwawasan . jika kepridian nya tidak baik hendak nya mengulas kembali
tujuan sebelum menjabat ketika berstudy. Ketegasan harus lebih
diterapkan lagi dalam memilih pekerja , hapus kan semua system yang berbau
tidak baik .semisalnya sogok menyogokan, supaya kinerja pekerja lebih baik .
masyarakat harus diwajibkan bersekolah agar mengerti akan peraturan ,etika,
moral,
Birokrasi dan masyarakat saling berhubungan
saling membutuhkan , jika komunikassi nya kurang baik maka Negara ini akan
hancur bagai kan tak bertuan (NEGARA TUA) ,
DAFTAR PUSTAKA
Thoha, Miftah, 2003, Birokrasi
dan Politik di Indonesia, Jakarta, PT. RajaGrafindo Persada.
Setiyono, Budi, 2012, Birokrasi
Dalam Perspektif Politik dan Administrasi, Bandung, Penerbit Nuansa.
Rudia, http://mosiolog.blogspot.com/2011/02/pelayanan-birokrasi-pemerintahan-yang.html, diakses tanggal 30 Nopember 2012.
Fachrul Adung, http://boenkza87frog.blogspot.com/2012/03/analisis-pelayanan-publik-yang.html, diakses tanggal 30 Nopember 2012




